Dr. Ir. Arif Budimanta, MSc
Sarjana Ilmu Tanah dari IPB. Kemudian melanjutkan Program Pasca Sarjana di Ilmu Lingkungan UI dengan konsentrasi Ekonomi Sumber Daya Alam, terakhir meraih gelar Doktor dari FISIP UI.
Aktif dalam pengembangan gagasan pendekatan pembangunan yang holistik dan integratif yang memberikan nilai-nilai keadilan sosial dan kemandirian bagi umat manusia, anggota Global Development Network.
Beberapa tulisan yang diterbitkan berkaitan dengan minatnya adalah “Indonesia Masa Kini dan Masa Depan” dalam Membangun Kemandirian Indonesia (1994), “Community Development di Industri Pertambangan dalam Akses Peran Serta Masyarakat, Penerbit Sinar Harapan (2003), Pedoman Pengembangan Masyarakat di Industri dan Sumber Daya Mineral (2004), Corporate Social Responsibility: Jawaban bagi Model Pembangunan di Indonesia Masa Kini (2004). Saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Center for Sustainable Development(ICSD), Pengajar di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dan PPS UI.
Untuk bang Arif Budimanta,
pertama, saya ucapkan syukur Alhumdulilllah, Puja-puji Tuhan YME, bahwa kami diperkenankan masih terus dan bisa menjalin hubungan persaudaraan dan kekeluaragaam.
Sebuah kebanggaan bagi kami pula selaku anggota mapala. bahwa bagian dari kami, akan mengikuti pencalonan anggota legislaif periode 2009-20014.
bagi kami, pencapaian prestasi yang bang Arif dapatkan saat ini, juga menjadi kebahagiaan dan kebanggaan saya dan kami semua kaum mapala. kebanggaan ini paling tidak sedikit mampu mentrigger semangat saya-kami untuk terus maju dan turut serta membangun negeri yang saya impikan, idamkan dan cita-citakan.
sebuah negeri yang memperjuangkan hijaunya alam raya ini (zamrud khatulistiwa), negeri dimana sungai-sungai masih dijadikan arena tempat main, mandi, dan mencuci anak-saudara kami yang tidak menyisakan rasa gatal-gatal di tubuh anak-saudara kami, sungai dimana ikan bisa bertelur, tempat dimana ikan dan jasad renik lainnya bisa melakukan proses regenerasi dengan baik dan mensuplai protein bagi anak-saudara kami, negeri dimana dinginnya dan sejuknya udara masih bisa dihirup dengan leluasa tanpa harus mendaki tingginya gunung menjulang angkasa raya, negeri dimana log-log kayu tidak menghanyut dan berserakan di sepanjang DAS kami, negeri dimana pendaki gunung tidak merasa kepanasan sepanjang jlan panjang ke puncak gunung pendakiannya, negeri dimana laut kita masih menjadi tempat arena mandi, berjemur, tempat dimana nelayan-penyuplai protein anak-saudara kami bisa riang gembira sepulang melaut dan ikan laut kepunyaan anak-saudara kmai tidak dicuri oleh negeri para pencuri , negeri dimana gua-gua tempat hidupan liar msih menjadikan sebagai tempat persemayaman dan persembunyian, negeri dimana para caver (penelusur gua) tidak ketakutan sewaktu melakukan penelusuran akibat ledakan bom-bom penghanacur gua (batu kapur/kars), negeri dimana laut anak-saudara kami masih menjadi habitat bagi indahnya ekosistem terumbu karang dan hidupan biota laut, negeri dimana petani bisa hidup dengan tingkat kesejahteraan tinggi dan mampu menskolahkan anak-saudara kami sampai perguruan tinggi begitu juga dengan nasib nelayan-nelayan kami, negeri dimana tidak ada bau busuk sampah yang menggunung di jalan-jalan tempat kami bersama- anak-saudara kami berjalan-jalan santai , dan negeri dimana hak asasi manusia ditegakkan setinggi-tingginya bagi anak-saudara kami yang hidup dalam keliaran alam dan tumbuh kembang dalam wilayah adat, budaya dan hukum adatnya masing-masing tanpa adanya gangguan/intimidasi/relokasi yang berarti .
itulah negeri impian, idaman, dan dicita-citakan saya-kami, yang mungkin dalam kesempatan ini bisa menjadi salah satu perwakilan bagui kaum mapala Indonesia. kami yakin ban Arif bisa mewujudkannya. Amiiin.
Mustaghfirin/Firin
Ngombal lo rin…